COACHING

“Sebuah trend baru

dalam pengembangan Pribadi dan SDM”

By Coach Qodri

Pernahkah anda mendengar istilah “coaching” ? Ya, sebagian besar dari anda tentu pernah mendengar istilah Coaching. Coaching sering kita dengar dalam dunia olahraga, dan itu menyebabkan istilah coaching memiiliki arti yang sedikit rancu dengan mentoring dan training.

Istilah coaching sendiri berasal dari kata “Coach” yang memang berarti pelatih. Namun coach juga bisa berarti “wagon” atau “carriage”, yang mengandung arti membawa dari suatu tempat ke tempat lain. Ya, coaching dalam prosesnya memang membawa seseorang dari suatu kondisi tertentu menuju ke kondisi lain yang diinginkan. Dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak punya menjadi punya, dari malas menjadi rajin dan sebagainya.

Saya katakan rancu dengan mentoring dan training, karena dalam bayangan banyak orang coaching dalam prosesnya sering tertukar dengan kedua hal tersebut. Proses coaching dibandingkan dengan proses human development yang lain memiliki perbedaan pokok dalam 2 hal yaitu time frame dan proses intervensinya.

Dalam konseling dan terapi, time frame proses akan berbicara pada masa lalu yang mungkin berpengaruh pada masa sekarang. Orang datang konseling dan ke terapis karena memiliki masalah di masa sebelumnya yang itu mengganggu kehidupannya di masa sekarang. Sedangkan training dan mentoring time framenya akan lebih banyak ke masa depan, dengan kemungkinan akan berbicara mengenai masa lalu. Coaching, time frame akan lebih banyak bicara masa depan, yang membedakan dengan training dan mentoring adalah proses intervensinya. Coaching akan mendasarkan pada non judgemental process dan tidak ada proses “advice” dari seorang Coach ke Coachee nya. Semua keputusan dan insight akan bersumber dari coach sendiri. Proses coaching akan berorientasi pada masa depan dan goal, bukan berorientasi pada masalah atau problem, sehingga dalam prosesnya coaching tidak mencari penyebab, tetapi mencari solusi.

Coaching menurut ICF didefinisikan sebagai bentuk kemitraan bersama klien (Coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya dengan proses yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.

Apa manfaatnya bagi perusahaan ?

Dalam trend pengembangan SDM akhir-rakhir ini, banyak perusahaan menggeser resource pengembangan SDM nya dari training menjadi coaching. Dalam konsep 70:20:10, coaching mengambil bagian yang 20 persen, sedangkan training 10 %, dan job training meangambil porsi sebesar 70 %.

Coaching dirasakan banyak memberikan manfaat pada organisasi. Menurut ICF yang melakukan survey bersama PWC hasilnya cukup meggembirakan :

  • Ada peningkatan dalam productivity

Proses coach bisa membantu memaksimalkan potensi  dan mengeluarkan potensi yang masih terpendam dari orang yang terlibat. Respon dari responden cukup menggembirakan.

  • People yang lebih positive

Dampak coaching terhadap individu yang terlibat ternyata bisa meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kualitas hubungan antar pekerja, serta meningkatkan keseimbangan antara bekerja dan kehidupan pribadinya.

  • Klien yang merasa puas

   

  • ROI

Sebagian besar perusahaan mengaku bahwa investasi mereka dalam pengembangan SDM melalui coaching bisa kembali (86%)

Beberapa manfaat diatas bisa diperoleh perusahaan karena pendekatan metode coaching membuat seseorang menjadi lebih ter-empoerement. Metode coaching membuat seseorang menjadi lebih fokus dengan goal yang ingin dicapai dan menjadi lebih komit dengan tindakan yang akan dilakukan.

Secara umum manfaat lain yang bisa didapat oleh perusahaan adalah :

  • Memperkuat Company leadership
  • Memperkecil gap antara leader dengan bawahan
  • Mempercepat perubahan organisasi yang diinginkan (transformational leadership)
  • Memperkecil gap komunikasi
  • Membuat karyawan lebih puas terhadap pekerjaan dan kehidupannya

Apa yang anda dapatkan sebagai pribadi dari coaching ?

Pernahkah anda tiba tiba seperti melihat banyak mobil merah merek X di jalan ketika anda sangat menginginkan mobil merah merek X terebut ? Ya semua itu karena anda benar benar sangat menginginkan dan keinginan yang kuat tersebut membuat anda sangat fokus dengan goal anda.

Coaching tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan dan pelaksanaan coaching bukan melulu meningkatkan performance kerja. Di Amerika, coaching menjadi trend baru dalam seseorang mencari solusi untuk kehidupannya di masa datang. Anda sebagai pribadi bisa datang ke coach untuk meminta bantuan.

Pada saat anda datang ke seorang coach, apa yang akan dapatkan ?

  • Lebih menyadari akan apa yang ingin anda capai di kemudian hari. Tanpa anda sadari and akan lebih fokus dengan tujuan anda. Tujuan anda akan menjadi lebih hidup dalam kehidupan anda, dan membuat anda lebih fokus.
  • Menyadari blind spot. Tidak semua orang menyadari semua hal yang terkait dengan pencapaian tujuan anda.
  • Menjadi lebih komit dengan tindakan yang akan diambil
  • Lebih memahami kekuatan dan area untuk dikembangkan
  • Anda akan lebih memahami makna dari aspek aspek kehidupan anda

Seorang coach dalam membantu klien adalah dengan cara mendengarkan dan bertanya. Anda sebagai klien diminta untuk bercerita dan menjaab pertanyaan. Dengan keahlian seorang coach bertanya, seorang klien mungkin akan mendapatkan insight. Sehingga akan lebih memahami situasi lebih jernih dan bisa mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhannya.    

Banyak orang yang setelah menjalani proses coaching, mungkin seseorang bisa saja mengubah tujuannya, karena mungkin dia baru menyadari bahwa resource yang dibutuhkan terlalu besar, atau mungkin mengorbankan beberapa hal yang baginya terlalu besar untuk dikorbankan.

“Setelah  anda sukses dalam mencapai tujuan anda, situasi atau hubungan apa yang mungkin berubah dalam lingkungan hidup anda ?“ tanya saya dalam suatu proses coaching. Salah satu klien saya, ada yang kemudian mengkerutkan keningnya ketika menjawab pertanyaan saya.

Kemudian saya lanjutkan pertanyaannya, “saya melihat kening anda berkerut ketika menjaab pertanyaan saya, bisa anda ceritakan apa yang anda pikirkan mengenai hal tersebut ?” pertanyaan kedua ini ternyata membuat klien saya berpikir ulang mengenai tujuan yang ingin dicapainya.

Nah,  Bagaimana dengan anda ?